Apa Itu Penyakit Ain

Sebagian orang mungkin belum begitu kenal dengan yang namanya penyakit ain. Lalu apa itu penyakit ain?

Penyakit ain merupakan penyakit pandangan mata yang patut diwaspadai kaum Muslimin. Penyakit non medis ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa. 

Dampak penyakit ain ini juga sangat beragam, mulai dari gejala ringan hingga mematikan. Salah satu dampak yang paling parah adalah kematian, seperti yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam dalam riwayat al-Bazar :

“Kebanyakan orang mati setelah ketentuan dan takdir Allah adalah karena nafs (penyakit ain).”

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa penyakit ain ini adalah penyakit pada badan atau jiwa yang timbul karena pandangan dengki dan takjub.

Pandangan tersebut lalu dimanfaatkan oleh setan serta menimbulkan bencana atau bahaya pada penderita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah menyebutkan penyakit ini di dalam hadis berikut :

“Penyakit ain adalan benar adanya. Seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir, maka itu adalah penyakit ain. Maka jika kalian diminta mandi (untuk diambil airnya sebagai obat penyakit ain) maka mandilah.” (HR. Muslim).

Cara Agar Terhindar Dari Penyakit Ain

Cara pertama yang bisa anda lakukan supaya terhindar dari penyakit ‘ain adalah menghindari sikap suka pamer, dan berhias diri dengan sifat tawadhu. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain. “ (HR. Muslim no. 2865). 

penyakit ain

Maka dari itu, hindari menyebaut-nyebut kekayaan, kesuksesan anda dalam segala hal, memamerkan foto anak, kemesraan dengan pasangan, dan hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan hasad pada diri orang lain. Atau hal-hal yang membuat orang takjub dan kagum berlebihan yang juga bisa menyebabkan ‘ain. 

Cara lainnya agar terhindar dari penyakit ain adalah dengan menjaga serta memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan., bertaubat dari segala kesalahan dan dosa, dan juga membentengi diri dengan beberapa bacaan zikir dan doa, serta ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan oleh agama. 

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagain besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syuura : 30). 

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Rad’du : 28). 

Untuk itu, rutinkanlah doa dan dzikir pagi dan sore, serta dzikir dan doa harian seperti doa keluar masuk rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, doa mau tidur dan bangun tidur, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Selain itu, ada juga dzikir pencegah ‘ain yang dibacakan kepada anak-anak supaya tidak terkena ‘ain. Hal ini terdapat dalam hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mendoakan Hasan dan Husain dengan doa :

“u’iidzukuma bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah”

Artinya : “Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ‘ain yang buruk” Lalu Nabi bersabda : “Dahulu ayah kalian (Nabi Ibrahim) meruqyah Ismail dan Ishaq dengan doa ini” (HR. Abu Daud no. 4737, Ibnu Hibban no. 1012, dishahihkan Syu’ain Al Arnauth dalam Takhrij Ibnu Hibban). 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.