Final destiny

Setiap manusia dalam hidupnya selalu memiliki cita-cita, entah cita-cita itu adalah sebuah mainstream destiny atau hanya sekedar one step destiny. Cita2 mainstream biasanya adalah sebuah cita2 jangka panjang semisal karir, seperti keinginan kita sewaktu kecil dulu, menjadi seorang astronot, pilot, dokter, tentara dan lain sebagainya

Sementara one step destiny hanyalah cita2 yang sifatnya jangka pendek/sementara, pengen makan mie ayam, beli buku baru, punya pacar, dan seterusnya. Hanya sebuah rangsangan agar kehidupan kita gak stagnan2 amat dan terlalu monoton.

Tapi namanya manusia enggak pernah ada puasnya, oke katakan sewaktu kecil kita pengen jadi pilot dan kesampaian, so what? apakah tujuan hidup kita sudah berakhir? nope, the journey is about to begin, ya setelah kita mencapai cita2 kita maka akan muncul cita2 kita berikutnya dan berikutnya lagi. Maka sebenernya ketika seorang anak muda gagal mendapat cita2nya sudah sepantasnya ia gak ngerasa sedih2 amat, lha wong klo sudah tercapai toh cita2 itu tetap bukanlah tujuan final dari keinginan hidupnya. Tuhan menyediakan banyak pilihan untuk cita2 kita, jika kita tidak bisa makan jeruk hari ini, setidaknya Tuhan masih menyediakan apel, mangga dan rambutan di pohon tetangga.

Cita2 manusia itu bertahap, ada cita2 jangka panjang ada cita2 jangka pendek, namun semuanya butuh perencanaan agar tercapai, semua butuh disiapkan, ingatlah Tuhan tidak akan melemparkan kesuksesan pada kita begitu saja, kesuksesan itu diperjuangkan bukan disedekahkan.

BACA JUGA:   Menggerakkan Ekonomi Masyarakat dengan Teknologi Informasi

Beberapa teman punya tips bagaimana membuat cita2 mereka terkabul, sound weird sebenernya kelakuan mereka, tapi toh dari mereka akhirnya berhasil mencapai cita2 tersebut dalam waktu yang singkat.

Jika kamu punya cita2, maka tuliskanlah dalam selembar kertas, sebanyak apapun cita2mu maka tuliskanlah semuanya. Ingin cepat lulus kuliah? bekerja di perusahaan bonafit? salary besar, backpakeran ke seantero nusantara? melancong ke benua eropa? menulis buku? punya usaha sendiri? rumah sendiri? istri sendiri?

Banyak, tapi tuliskanlah semuanya, maka biarkan Tuhan menuntun kita pada cita2 tersebut. Terkesan tidak masuk akal, tapi dengan kita menuliskan cita2 tersebut, membacanya setiap hari, seolah semangat kita terbakar dengan sendirinya agar dapat mencapai cita2 itu secepat mungkin. Ya ini bagian dari mensuggesti diri sendiri agar melakukan hal yang lebih baik untuk diri kita sendiri meski kadang tanpa kita sadari bahwa kita sedang memaksa tubuh kita menyediakan kesuksesan kita sendiri.

Mereka yang telah membuat daftar itu dan telah mencoret sebagian besar dari daftar tersebut dapat melihat, betapa Tuhan begitu bermurah hati pada mereka, cita2 yang hanya mereka tuliskan ternyata sebagian besar telah terwujud. Mereka dapat belajar bersyukur karena bisa menghitung nikmat Tuhan yang telah mereka dapatkan.

Nah, sudahkah kita menuliskan cita2 kita hari ini? tulisan adalah kata, dan kata adalah doa, itulah mengapa manusia diajarkan untuk berkata yang baik, menulis yang baik karena apa yang mereka ucapkan lewat lisan dan tulisan akan dikabulkan oleh Penciptanya.

BACA JUGA:   Berpolitik

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.