Sepeda Baru

Masih ingatkah sewaktu kecil dulu, merengek2 minta sepeda pada orang tua??? mungkin ingat juga berikut alasan menginginkan sepeda itu. Faktor kepincut, lihat punya kakak, teman, lihat mereka sudah bisa lihai bermain sepeda roda dua sementara kita masih aja nggenjot sepeda roda tiga atau malah kursi goyang berbentuk kuda.

Orang tua biasanya cukup bijak (dalam tanda kutip “pelitnya minta ampun”) ketika kita memintanya. Di satu sisi ada ketakutan orang tua bahwa kita nanti akan terjatuh, lecet, memar di sana sini, di sisi lain orang tua juga ingin menjadi orang tua yang baik yang tidak mengecewakan keinginan anak tersayangnya.

Lalu orang tua kita akan menawarkan solusi, belajarlah dulu pake sepeda kakak/ temanmu, dan menabunglah, nanti kalau uangnya sudah banyak baru kita belikan sepeda. Jujur mangkel rasanya dapet jawaban kek gitu, betapa orang tua super duper pelitnya, berasa kepelitan Paman Gober serta merta melekat di saku orang tua, perasaan dulu kakak gw kagak digituin pas minta sepeda, kenapa giliran gw jadi hooh.

So far, mungkin diantara kita kemudian ada yang melanjutkan merengek terus menerus, njedot2in kepala ke tembok, mbanting2 mainan pura2 mogok makan dan apapun untuk mengubah keputusan orang tua, tapi herannya orang tua kita gak bergeming, seolah kita tuh berasa kek anak pungut doang, tangisan kita harganya kagak ada apa2nya dibanding sepeda baru.

Sisanya yang lain dengan bibir dicemberutin dan ogah2an mulai belajar menggunakan sepeda milik kakak, mulai menabung sedikit demi sedikit, dan terus begitu, terjatuh, menangis, terjatuh lagi, terkilir, hari demi hari kayak enggak ada kapoknya kita terjatuh sekali lagi dan lagi.

BACA JUGA:   Pilihan

gadis-cantik-bersepeda Sepeda Baru  wallpaper

Lalu kemudian datanglah sepeda baru, dan darimanakah gadis cantik yang nongkrong di atas sepeda baru itu berasal???

Sepeda baru itu hasil dari joint venture duit tabungan kita ditambah uang dari orang tua kita, ahhh betapa senangnya punya sepeda baru hasil menabung sendiri 🙂

Trus cewek cakep itu asalnya dari manahhhhh???? arrrghhhh bikin ilang konsen ajahhh tar deh gw kasih tau belakangan

Yap, posisi kita saat ini telah jauh dari masa itu, masa ketika merengek meminta sepeda baru, tapi mari kita perhatikan lagi apa yang terjadi di masa itu dari sudut pandang orang tua kita. You know why?

Bagi orang tua kita, membeli sepeda baru bukanlah sesuatu yang besar dan berat, tetapi orang tua ingin membelikan sesuatu yang benar2 berguna bagi kita, maka dari itu, mereka menyuruh kita berlatih dulu menggunakan sepeda tetangga, menyuruh kita menabung meski kita sama2 tahu uang tabungan kita saat itu tak akan pernah cukup untuk membeli satu sepeda baru yang utuh berikut roda2nya.

Orang tua kita meniru apa yang dilakukan Tuhan pada umatNya, Tuhan akan memberikan apapun yang menjadi doa, harapan dan rengekan hambaNya, tapi tidak serta merta, sebelumnya Tuhan akan menunggu kesungguhan kita dalam mencapainya, dengan belajar, bekerja, menabung, berdoa.

Maka luluhkanlah hati Tuhan dengan kesungguhan karena semua permohonan pasti dikabulkan.

BACA JUGA:   A God Promise

itu cewek cantik asalnya dari sini

Sepeda cewek cantik, gambar cewek cantik naik sepeda, gadis sepeda, Gadis manis menangis, foto cewek cantik bersepeda, cewek naik sepeda, cewek indo cantik naik kuda, Cewek Cantik Numpak Kuda, cewek cantik main sepeda, anak cewek main sepeda

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

12 tanggapan untuk “Sepeda Baru

  • Agustus 27, 2012 pada 1:35 pm
    Permalink

    Jadi inget lagu si ali mangkat sekolah………….pit-e rally weton eropah….

    Balas
    • Agustus 28, 2012 pada 4:34 am
      Permalink

      pit weton eropa jaman kompeni ki malah everlasting e mbak metty

      Balas
  • Agustus 27, 2012 pada 11:24 am
    Permalink

    tuku pit bonuse sing numpaki jian mengini temen
    jaman biyen njaluk pit meng ramane malah domeih
    sidane sekolah men mejenang numpak dames

    Balas
    • Agustus 27, 2012 pada 11:42 am
      Permalink

      hahaha nek ana sing bonuse kuwe ngesuk nyong kandani gole tuku maring ngendi ya 😀

      Balas
  • Agustus 27, 2012 pada 3:33 pm
    Permalink

    bicara ttg sepeda, saya baru saja memperbaiki sepeda mini si Nadya, anak bungsu kami …

    Balas
    • Agustus 28, 2012 pada 4:37 am
      Permalink

      sepedanya kenapa mas/mbak? ganti ban kah?

      Balas
  • Agustus 27, 2012 pada 9:41 am
    Permalink

    ngga pernah mnta dibeliin sepeda… soalnya ngga bs naik sepeda hehehehe

    Balas
    • Agustus 27, 2012 pada 9:45 am
      Permalink

      wawawa emang dulu gak pernah kepengen sebatas “punya” doang mbak rahmi?

      Balas
      • Agustus 27, 2012 pada 10:08 am
        Permalink

        ga mas, saya itu dulu jarang minta2 ke ortu, waktu mau dibeliin boneka aja pilih yang paling murah. kalo uang jajan habis ngga pernah minta lagi, kalo masih pengen jajan pulang sekolahnya jalan kaki. Satya sendiri heran kenapa ya saya dulu bisa begitu hihihi

        Balas
        • Agustus 27, 2012 pada 11:40 am
          Permalink

          berarti anak yang pengertian ya mbak? gak pengen memberatkan orang tua mungkin n_n

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: