berikut artikel dg Tag: jogja

Menikmati Varian Bakpia Mutiara Jogja

Musim liburan, jalanan di Jogja selalu tumpah ruah dengan kendaraan berplat luar kota. Ya, Jogja adalah salah satu destinasi wisata utama setiap musim liburan di Indonesia, selain Bali tentunya. Banyaknya wisatawan terutama domestik yang menjadikan Jogja sebagai destinasi wisata liburan tidak lepas dari banyaknya lokasi wisata yang cukup beragam. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata pendidikan, minat khusus bahkan tentu saja, wisata kuliner. Bicara soal wisata kuliner di Jogja, tidak akan lupa untuk menyebut kue oleh-oleh khas dari kota budaya ini. Yap Bakpia. Kue lokal yang terbuat dari kacang hijau kemudian dilapisi tepung ini memang melegenda di kalangan para pelancong yang mampir ke Jogja. Bakpia sendiri berasal dari nama Cina Hokkian, yakni Bak (daging babi) dan Pia (kue), karena......

Karaoke Karoaku di Melly Glow Jogja

Jogja memang lagi diserbu musim hujan, cuaca dingin dan jemuran yang enggak kering-kering. Meski begitu, namanya kerjaan tetap harus dikerjakan. Itulah yang membawaku pagi itu (sengaja gak nyebutin hari, ndak salah meneh) ke bilangan Seturan, tempat dimana aku sebelumnya sering bolak balik buat nemuin dosen pembimbing sambil nontonin dedek-dedek emesh yang kuliah disono. Tidak jauh dari utara Selokan Mataram, tepatnya di seberang Hotel Merapi Merbabu, ada tempat dolan baru, namanya adalah Melly Glow. Hopooo kui? Melly Glow adalah nama tempat karaoke keluarga, jika melihat namanya, orang bakal bertanya-tanya, apa hubungannya Melly Glow dengan Melly G? Yup memang ada hubungannya sih, Melly Goeslaw adalah brand ambassador untuk Melly Glow. Dan ini adalah cabang ketiga setelah Melly Glow Solo dan Melly Glow......

Redefining Experience with Swiss-BelBoutique Yogyakarta

Memilih tempat menginap, bukan sekedar mencari Bed dan Breakfast, akan tetapi juga experience selama menginap, itulah yang disampaikan Ibu Erny Kusmastuti, dalam acara Rebranding Swiss-BelBoutique Yogyakarta. Swiss-Belboutique Yogyakarta sendiri sebelumnya bernama Swiss-Bel Hotel Yogyakarta merupakan hotel berbintang 4 yang terbilang baru namun berada di posisi yang sangat strategis di tengah kota Yogyakarta. Swiss Belboutique Yogyakarta merupakan boutique hotel pertama dari 65 hotel yang dikelola Swiss Bel International di Indonesia. Rebranding ini sekaligus menegaskan bahwa Swiss-Belboutique Yogyakarta memiliki kelas yang lebih mewah dibanding hotel Swiss-Bel lain di Indonesia. Bapak Emmanuel Gullard senior vice President Swiss Bel sendiri menyebutkan keunggulan Swiss-Belboutique antara lain dengan pelayanan prima, luxury lobby, nuansa tradisi dengan adanya live performance musik dan tari tradisional. ...

200 fashion gratis di grand opening Ada Buti

Selepas acara pelepasan wisuda Amikom di Grand Pacific aku langsung meluncur ke Jogja City Mall guna mengikuti Grand Opening Ada Buti. Butik yang terletak di JCM ini adalah butik ketiga yang berada di kota Jogja. Keriuhan nampak di depan gerai Ada Buti yang saat itu telah dipadati para pengunjung yang tidak sabar menanti detik-detik pembukaan Ada Buti. Ssssst sekedar informasi, manajemen Ada memang memberikan free 200 item fashion yang bisa diburu para pengunjung selama 30 menit pembukaan Ada Buti. Tidak dapat dibayangkan ketika MC selesai melakukan hitung mundur pembukaan, para pengunjung langsung merangsek maju memenuhi seluruh area gerai yang ada dan memilih item yang mereka inginkan....

3 Hidden Paradise di Shiva Plateau

Shiva plateau adalah sebuah perbukitan yang terletak di sebelah selatan Candi Prambanan, di perbukitan ini jugalah tersimpan beberapa lokasi bangunan bersejarah seperti Candi Ratu Boko, Candi Barong, Candi Banyunibo dan Candi Ijo. Selain memiliki potensi wisata sejarah, Shiva Plateau juga menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa. Antara lain ditandai dengan kemunculan Tebing Breksi yang mendapatkan animo positif dari para wisatawan lokal. Tebing Breksi bahkan terpilih sebagai nominasi Tujuan Wisata Baru Terpopuler yang dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata....

9 Varian Masakan Bebek di Bale Bebek

Masakan bebek sebagai salah satu jenis kuliner lokal masih cukup jarang disentuh. Menu bebek masih kalah familiar dibanding kompatriot unggasnya, Ayam yang hampir selalu tersaji di seluruh jenis rumah makan. Selain itu, bebek biasanya hanya diolah dalam bentuk bebek goreng, sehingga ketika mendengar tentang masakan bebek, maka orang hanya akan selalu mengingat bebek goreng dan sambel korek. Karena itulah kami bersama beberapa rekan mengunjungi sebuah rumah makan di bilangan Nitikan, Yogyakarta untuk menikmati sajian masakan bebek yang beda dari biasanya. Lokasi rumah makan ini cukup mudah diakses. Dari XT Square lurus ke arah terminal Giwangan, lalu ambil kanan di lampu merah Tegalgendu, sekitar 100 meter dari lampu merah kita sudah bisa menemukan restoran Bale Bebek di sebelah selatan jalan. ...

Tjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja

Pagi itu, Sabtu, 23 September 2017 saya dan beberapa rekan blogger Jogja menghadiri undangan breakfast dari salah satu hotel dengan konsep anak muda di Kota Jogja, Tjokro Style Yogyakarta. Hotel berbintang tiga yang berlokasi di sisi selatan Kota Jogja ini bisa dibilang memiliki nuansa yang dinamis, khas dengan anak muda. GM Tjokro Style, Bapak Pratikno langsung menyambut kami dengan ramah di depan pintu hotel dan mempersilahkan kami masuk sembari menunggu rekan lain yang belum hadir....

Candi Sambisari, si Cantik yang Muncul dari Dalam Tanah

Candi Sambisari, hanyalah satu dari sekian banyak candi yang bisa kita temui disekitar Candi Prambanan. Candi-candi ini umumnya berasal dari masa Mataram Hindu sebelum millenium pertama masehi. Candi Sambisari terletak di dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan Sleman. Candi Jogja ini berada pada kedalaman 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Keberadaan Candi Sambisari dimulai pada saat Karyowinangun, seorang petani setempat mencangkul tanah dan menemukan batu ukir reruntuhan Candi pada tahun 1966. Berita tersebut kemudian di tindak lanjutir Kantor Arkeologi di Prambanan dan segera melakukan proses ekskavasi dan rekonstruksi candi yang selesai pada tahun 1987....

Mengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas

Untuk orang jawa, judul artikel diatas mungkin terlihat aneh. Cangkem Buto (Cangkem butho) berarti mulut raksasa, sementara Buto Galak berarti raksasa yang galak. Bagaimana mungkin orang secungkring aku bisa enak gitu aja ngunyah Cangkem Buto, apalagi Buto Galak. Akan tetapi jika kalian beranjak sejenak ke tepian Kota Jogja, terutama menuju ke arah Shiva Plateau. Kalian dapat menemukan keduanya dalam satu piring di Waroeng Pitoelas, Berbah, Sleman. Yep, kedua  nama itu adalah nama menu makanan yang tersedia di Waroeng Pitoelas. Usut punya usut, nama Butho Galak sendiri sudah lama dikenal oleh orang-orang sepuh di jaman dahulu. Generasi kita mengenalnya sebagai sandwich lokal dengan nama tahu isi, tahu susur (Jogja) atau tahu brontak (Banyumasan). Untuk membuatnya nampak galak, Mbak Shinta selaku ownernya......

An Evening with Jogja Scrummy

Tau kan dengan yang namanya Jogja Scrummy? Oleh-oleh kekinian yang didirikan oleh aktor tampan Dude Herlino ini berulang tahun perdana pada tanggal 23 Juni 2017. Meski terbilang masih muda, tetapi jangan salah lho, saat ini gerai Jogja Scrummy sendiri sudah ada 4 unit yang tersebar di beberapa titik di Kota Jogja. Menurut Mbak Fidia selaku Marketing Manager Jogja Scrummy, hal ini menandakan Jogja Scrummy dapat diterima oleh para pemburu oleh-oleh yang datang ke kota Jogja. Scrummia dapat menemukan gerainya di Jalan Kaliurang, Jalan Brigjend Katamso, Jalan Solo dan untuk yang berada di seputar Malioboro bisa banget mampir ke sebelah utara Pasar Pathuk untuk berburu cake khas Jogja ini. Ada 6 varian rasa Jogja Scrummy yakni Scrummy Chocolate, Cheese, Taro, Srikaya, Mango,......