Perbedaan Shared Hosting, Dedicated, VPS dan Cloud

Jika kita ingin menggunakan sebuah hosting, ada beberapa pilihan seperti shared hosting, VPS, Cloud dan dedicated hosting. Perbedaan shared hosting dengan layanan lain adalah dari segi kehandalan, fitur maupun harganya. Dengan demikian, pertimbangan kita memilih layanan hosting pun harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Agar biaya yang kita keluarkan memang setara dengan fasilitas kebutuhan yang ingin kita dapatkan.

Agar lebih memahami perbedaan shared hosting, cloud hosting, VPS, dedicated hosting, ada baiknya kita mulai dari memahami pengertian setiap jenis layanan hosting tersebut.

Perbedaan Shared Hosting, Dedicated, VPS, Cloud dan lainnya

Pengertian Free Hosting

Lho baru mau bahas pengertian kenapa membahas soal free hosting? bukankah belum dibahas dari awal. Yap, sebenarnya free hosting bukanlah bagian layanan hosting yang disarankan untuk pengguna, meskipun demikian ada beberapa penyedia layanan hosting yang menyediakan layanan hosting gratis untuk mencoba membuat website secara gratis.

Contoh penyedia layanan freehosting adalah 000webhost.com, layanan ini menyediakan hosting berkapasitas 300 Mb, bandwith up to 3Gb perbulan, serta dapat digunakan untuk 1 domain. Kapasitas tersebut sangat cukup untuk membuat sebuah website berbasis wordpress sekalipun. Masalah utamanya adalah, sumber daya seperti CPU, RAM dan I/O-nya sangat sangat terbatas.

Mengingat ini adalah hosting gratis, maka alokasi resourcenya baru akan diberikan saat server tidak dalam kondisi sibuk, saat server memiliki permintaan layanan tinggi, biasanya resourcenya akan diberikan pada layanan berbayar terlebih dahulu. Jadi hosting jenis ini sangat mungkin down, tidak direkomendasikan untuk website utama, namun jika ingin sekedar membuat dummy website, atau website untuk uji coba, tidak masalah.

Kelebihan Free Hosting

  • layanan hosting gratis
  • dapat membuat website berbagai CMS

Kekurangan free hosting

  • Space hanya 300 mb
  • Bandwith dibatasi 3Gb per bulan
  • Sering down
  • Tidak ada layanan support

Pengertian Shared Hosting

Shared hosting adalah layanan paling murah untuk jenis layanan hosting berbayar. Shared hosting diciptakan dengan membagi resource sebuah komputer server untuk menampung file milik pengguna shared hosting, serta melakukan komputasi yang diperlukan terkait layanan web server seperti, akses database, melakukan pemanggilan file yang diload browser pengunjung, memberikan layanan pada pengunjung website dan lain sebagainya.

Setiap akun dalam shared hosting berbagi resource yang sama dengan pengguna lain dalam shared hosting tersebut. Katakanlah jika dalah sebuah shared hosting memiliki 1 CPU, 2Gb RAM dan 32 akun shared yang aktif, maka ketigapuluhdua akun tersebut harus berbagi CPU, RAM serta I/O secara simultan.

BACA JUGA:   Mengenal Pelaku Investasi di Pasar Saham Indonesia

perbedaan shared hosting dedicated vps cloud

Dengan demikian, performa website yang menggunakan layanan shared hosting sangat bergantung dengan tingkat kejenuhan pengguna, serta performa website pengguna lain dalam satu layanan yang sama. Meskipun demikian, penyedia shared hosting tetap memberikan batasan agar setiap pengguna dapat menggunakan resource yang tidak melebihi batas yang berakibat pada terganggunya layanan pengguna lain. Misalnya dengan penetapan batas bandwith, penggunaan RAM, CPU dan resource server lain agar tidak mengganggu pengguna lain.

Oleh karenanya, shared hosting tidak disarankan untuk pengguna yang memiliki website dengan jumlah pengunjung perhari di atas 10000, mengingat adanya batasan yang ditetapkan penyedia layanan hosting guna menjaga performa setiap akun shared hosting di dalamnya.

Kelebihan shared hosting

  • layanan hosting berbayar paling murah
  • sudah cukup untuk membuat website personal, landing page
  • memiliki layanan support
  • menggunakan panel khusus (cpanel, direct admin)

Kekurangan shared hosting

  • Resource rendah
  • Berbagi resource dengan sesama pengguna hosting
  • Umumnya memiliki batasan I/O, bandwith, jumlah domain, email, dsb

Pengertian Cloud Hosting

Cloud hosting adalah istilah untuk layanan hosting yang menggunakan infrastruktur berbasis cloud untuk menyimpan data pengguna. Alih-alih menggunakan satu server yang digunakan untuk melayani user, cloud hosting menggunakan layanan hosting dengan server yang terdapat pada jaringan cloud.

Dengan menggunakan cloud hosting, downtime sebuah website menjadi berkurang, sehingga situs yang berada pada layanan cloud hosting lebih reliable dibandingkan dengan server berbasis lokasi, baik berupa free, shared, VPS maupun dedicated.

Meskipun demikian tentunya ada harga yang dipertimbangkan, yakni biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan shared hosting. Selain itu, karena disimpan dalam infrastruktur cloud, maka data tersebut sebenarnya disimpan dalam server yang berbeda-beda dan membentuk jaringan cloud. Saat salah satu server down, server lain akan mengambil alih layanan sehingga down time cloud hosting sangat kecil dibanding jenis server lain. Karena menggunakan beberapa server yang bekerja secara team, maka website yang berada dalam cloud hosting lebih tahan menghadapi trafik tinggi.

Masalahnya adalah seringkali, jenis server yang digunakan penyedia jasa hosting berbeda-beda, dengan regulasi berbeda serta kepastian akses datanya karena data disimpan pada server pusat. Karena kita tidak tahu siapa saja yang bisa mengakses file web kita selain kita sendiri. Ini isu yang cukup krusial untuk cloud hosting. Jika anda menginginkan website yang reliable, cloud hosting bisa menjadi pilihan utama.

Kelebihan Cloud Hosting

  • Reliable
  • Tidak mudah down
  • Resiko kehilangan data rendah

Kekurangan Cloud Hosting

  • Spesifikasi server berbeda-beda
  • Privasi data rendah

Pengertian VPS

Virtual Private Server, adalah jenis server yang dibuat menggunakan virtual machine, dengan virtual machine, kita seolah memiliki sebuah server tersendiri, meskipun sebenarnya kita hanya menggunakan versi virtual dari server tersebut. Dalam satu server fisik, bisa dibagi menjadi beberapa server virtual, namun berbeda dengan shared hosting yang bisa melayani puluhan hingga ratusan pengguna shared. Kelebihan VPS server yaitu hanya mengijinkan sedikit akun pengguna dalam 1 server fisik.

BACA JUGA:   Tips memilih nama domain untuk website bisnis

Setiap server virtual memiliki alokasi resource sendiri, ini artinya kita bisa menggunakan sendiri jatah RAM, I/O, CPU yang dimiliki VPS untuk keperluan website kita sendiri tanpa perlu berbagi dengan pengguna lain. Dengan demikian, traffik yang tinggi bukan masalah untuk VPS. Kita juga bebas membuat berapapun domain, database, email, karena kita sendiri pemilik servernya.

Akan tetapi, dengan menggunakan VPS, biasanya kita hanya memperoleh virtual server saja, belum termasuk dengan panel seperti yang ada pada layanan shared serta cloud hosting. Akses VPS menggunakan command line interface, yaitu baris kode bukan GUI, meski saat ini juga banyak layanan hosting yang memberikan layanan managed VPS yang lebih nyaman digunakan. Selain itu beberapa hosting juga menyediakan layanan cloud VPS, yang serupa seperti cloud hosting, yaitu server VPS namun dalam infrastruktur cloud.

Kelebihan VPS Server

  • Tidak berbagi resource I/O, RAM, CPU, dll
  • Lebih tahan traffik
  • Bebas membuat domain, email, database

Kekurangan VPS Server

  • Lebih mahal dari Cloud Hosting
  • Tidak tersedia panel
  • Menggunakan mode teks

Pengertian Dedicated Hosting

Dedicated hosting adalah server hosting premium dengan biaya paling mahal dari semua jenis web hosting. Hal ini bisa dimaklumi karena dalam dedicated hosting, memang 1 server fisik hanya untuk melayani 1 pengguna, jika sebelumnya VPS adalah 1 server yang dibagi menjadi beberapa pengguna, maka dedicated hosting ini semua resource yang dimiliki oleh server fisik menjadi hak sepenuhnya pengguna dedicated hosting.

Penyedia layanan dedicated hosting umumnya juga memberikan gratis IP Publik untuk penyewa dedicated hosting (Baca Juga Perbedaan IP Private dan IP Publik). Oh ya selain dedicated hosting yang disediakan oleh penyedia layanan, pemilik website juga bisa menggunakan layanan co-location server. Colocation server ini juga merupakan jenis dedicated hosting. Perbedaan dedicated hosting dan colocation server adalah, pada colocation server, pemilik server fisik adalah pemilik website yang menitipkan server fisik miliknya pada infrastruktur milik penyedia hosting. Infrastruktur ini antara lain, ketersediaan jaringan listrik, koneksi internet serta perawatan sistem.

Karena menggunakan server tersendiri, kualitas website dedicated hosting adalah yang terbaik. Website yang menggunakan dedicated hosting adalah website yang sudah memiliki traffic jutaan dalam sehari, sebut saja seperti situs media nasional, platform e-commerce, maupun sistem perbankan yang membutuhkan reliabilitas tinggi serta keamanan prima.

Kelebihan Dedicated Hosting

  • Server yang digunakan khusus untuk melayani 1 pengguna
  • Tidak berbagi resource apapun
  • Dukungan support level entreprise
  • Free IP Public

Kekurangan Dedicated Hosting

  • Mahal

Nah selain beberapa hosting di atas, ada juga yang disebut dengan istilah unlimited hosting, kalian bisa baca di artikel lain terkait Unlimited hosting ini. Namun secara garis besar inilah perbedaan shared hosting, dedicated, VPS, cloud serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis hosting. Sesuaikan dengan kebutuhan kalian ya gengs

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.